en·nui

“And it excites me, the things i haven’t seen
The song i haven’t just heard, a place i haven’t been
This mild temptation, a means to justify
The fire in my eyes, desire burning deeper
And when the rage subsides It creeps into my skin it feels alive
The vessels in my brain disturbed the mind
Protects me from the pain it heals it lies

Salut the soul salut the senses.
I want to believe..

Life is more than making sense.
I want to believe..

To cure the soul to cure the senses ooh..
I’ll find an answer when its over, the future’s not meant to be.”

– – –
en·nui
/änˈwē/
noun
Advertisements

Resolusi

30 hari lagi sambut angka baru di kalender masehi, dan seisi bumi akan merayakan penuh euforia. Lalu membuat resolusi baru demi kehidupan yang lebih baik di tahun baru.

Will it be worthit to make a new year resolution? I mean, resolusi yang hampir sama untuk setiap tahunnya, dan tak pernah habis terkejar. Tercentang satu, dua, dan sisanya terbengkalai sampai mati.

So, ..?

“Ciuman Terakhir Menjelang Kematian”

di bawah matahari yang meledakledak
keringat begitu keras melumuri tangan malaikat
dan aku yang terpingsan-pingsan dekat jendela
memandang wajahmu dengan gaib asmaradana
“tuhan, beri aku ciuman sebelum nyawa erenggang
“meninggalkan tanah surga yang jalang rupawan”

dan matahari mulai lingsir kesebelah wuwung
malaikat merayap-rayap mencari letak nyawa
tangis begitu mengharap hingga ini kamar bagai debur gelombang
tangan menggapai meraih-raih alam lain yang penuh camar
“tuhan, beri aku ciuman biar segera melesat ini sukma dan terlemparlah bangkai badan dari biru semesta”

— Zainal Arifin Thoha.