Tentang Diam. 

Kala diri selalu sendiri, kadang kondisi membuat sedih. Perlahan menetes tangis yang membuat kain bantal yang ditiduri jadi basah. 

Anxiety? I guess so.

“Aku sendiri, aku sepi.”

Kalimat yang suka terngiang dan berteriak dalam benak. Ia meronta dan meminta hilang. Kalimat itu membuat otak kacau. Otak jadi menyuruh jiwa untuk mati. Menyuruh raga untuk menyerah. 

Apa yang aku keluhkan tak akan bisa mereka mengerti. Tentang sepi yang membuat takut, tentang sendiri yang membuat gelisah. Tentang iri hati, tentang cemburu. Melihat orang-orang berkawan banyak membuat emosi ku meledak, membuat hati berteriak, membuat hati menangis keras. 

Ini, hal sepele yang mereka tak akan pernah paham.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s