Selamat pagi

Di luar terang. Di sini gelap. Jendela masih tertutup tirai kelabu. Di luar terang, tapi mentari hanya mengintip saja dari balik awan-awan yang berserak.

Di luar ramai; ibu-ibu belanja sayuran dari gerobak, soang berteriak minta makan, dan lalu-lalang motor yang berangkat kerja. Tapi di sini sepi; aku merebah lemas di kasur, sebagian orang rumah masih nyaman dalam lelap, dan kehidupan pagi belum terlalu nampak di sini. 

Sudah setengah siang. Aku masih malas. Aku masih terbaring dan menulis ini. Aku masih menunggu balas atas tanya yang tak pernah terucap. Ia tak sempat tersampaikan.

Sudah hampir siang. Aku ingin mengeluh, tapi raga terlalu malas untuk mengadu. Biar saja mulut bungkam dalam diam. Biarlah untuk sementara. Sepilah untuk sekejap.

Selamat pagi, ku harap nanti kita bisa bersua dalam tawa. Atau nanti, di malam hari pada mimpi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s