“I’m not ready yet.”

Bisa saja aku menangis seharian karena dihantui rasa takut yang merajam. Takut berdiri sendiri. Takut dilupa nanti. Takut ditinggal pergi. Takut untuk pergi. Takut tak berkawan lagi. 

Sudah sakit selama ini. Aku yang sedikit bicara, aku yang banyak bungkam, aku yang malu bergerak, aku yang takut mendekat. Tak betah aku dalam kebiasaan diri. Tapi apa mau dikata, susah kali melepas habit yang sudah melekat erat pada rangka.

Besok pun terpaksa ku sambut mentari pagi yang menyapa ‘selamat datang ke dunia penuh tanda tanya’. “Welcome to adulthood.”

Tapi, siap kah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s