Ironi (2)

Sendiri dalam diam dan tak pernah ditanya mengapa. 

Raut masam tiap waktu dan tak pernah dihiraukan sebabnya.

Hati menangis tak berhenti dan tak pernah mau tau adanya. 

Dunia memang panggung untuk sendiri. 

Tanah untuk bersama diinjak, tapi cukup dijalani sendiri.

Angan, aku ingin hilang.

Tapi, aku takut. 

Yang tadi tak diperduli, 

Malah nanti dilupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s