Hai,  Jakarta. 

Sebentar saja ingin punya hari terjalani layaknya normal, 

tapi susah karena rasa ku berkeluh tiada berpeluh,

yang inginkan sesuatu jauh dari kemungkinannya. 
Sebentar saja ingin menggenggam mu. 

tapi susah karena hati berlabuh bukan di sini,

namun pada dermaga baru di depan mata mu. 
Sebentar saja ingin sempatkan mulut mengucap ‘suka’,

tapi susah karena seakan bibir melekat rapat,

dan jarak dan waktu yang terpisah terlampau jauh.

– Bogor, dan tak hentinya malam hujam darat dengan rintik hujan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s