Andai bisa kembali ke waktu kemarin

dimana kita mematung di dalam sepi

di atas bentang padang hijau

di bawah lembayung horizon biru.

Andai bisa mengulang waktu kemarin,

sewaktu penat kala malam memberi sapa

dan ada saja cerita kita untuk saling bicara.

Sewaktu detik-detik di hari lamanya serasa seribu satu malam

Dan habis sabarku tuk menunggu esok datangi hari.

Agar sepasang mata dapat memandang,

agar se-gores senyum bisa terpampang

yang aku lihat dalam kejauhan mu yang terjangkau

dimana kita mematung di dalam sepi

di atas bentang padang hijau

di bawah lembayung horizon biru.
And I wish that I’ve said it before you got someone else,

because our story was just a perfect thing to happened.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s