Neraka Dunia

​Kalau saja kami 

Kalangan sebatas “rata-rata” dan di atasnya

Membuka mata dan telinga 

Besar-besar dan lebar-lebar 

Untuk melihat seluruh dunia,

Untuk mendengar seluruh manusia

Dengan secara harafiah: semua, 

Mungkin kini air mata adalah suatu hal yang langka. 

Kelopak mata-mata akan kering dan kelenjar air mata bahkan kehabisan stok tangisannya. 

Lalu ada rasa sesak teramat sangat di dada bahkan bagaikan nyaris mati rasanya. 
Apa yang terpandang di depan mata sekarang ini hanyalah sekedar dunia kita saja, 
dan apa yang ada di luar sana adalah tangisan,  

jeritan, 

siksaan, 

kemiskinan, 

kandasnya harapan, 

penindasan, 

peperangan, 

kematian, 

kepasrahan.
Kalau saja mata kita sangat terbuka untuk mereka dengan semua hal-hal diatas yang sampai saat ini, 

detik ini

sedang terjadi, 

mungkin yang akan kita dengar kini bukanlah alunan lagu di radio, 

atau deru mesin di tengah keramaian jalan, 

atau amuk guru di kelas, 

atau tawa kawan, 

atau keheningan malam, 

atau mimpi-mimpi indah
tapi gema tangisan dari penjuru desa;

Penjuru kota;

Penjuru pulau;

Penjuru negara; 

Penjuru dunia

Bahkan sampai tertangkap satelit antariksa.

Ini pasti.
Karena dunia adalah neraka yang bersembunyi dari visi kita. 
Kekejaman dalam bentuk rasa iba tak terhingga yang bisa membunuh,

Walaupun tak seberapa dibanding neraka baka. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s