…Ia

Cuma sendiri

Yang tak kuasa utarakan kata

Dari bibir yang seakan melekat rapat

Yang padahal ia coba teriak

Bagai habiskan volume dari tengkak

Terbirit lari-lari di dunia dari titik ke titik sampai seluruh mata tatap dia

Tapi rasanya dia bagai angin lewat

Ia risau tapi lain tak risau
Siapakah sebenarnya buta

Aku atau mereka?
Siapakah sebenarnya angkuh

Aku atau dia?
Siapa sebenarnya tak mampu?

Aku

Hanya aku

Dan dianggap aku

Dan memang aku.
Kenapa lain tak bisa lihat

Susah payah aku mengucap

Karena tak ingin ada salah yang hinggap pada kalimat

Tapi apa

Satu tak peduli pun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s