Tau capek?
Rasanya cuma mau berkontribusi
tapi layaknya sampah kalian asingkan temanmu
Jadi sampah ia rupanya.
Iya?
Buat apa dia berisik,
Lelah sodorkan tangannya,
Tapi ternyata mereka hanya butuh bayangan di belakang punggungnya saja.

Ini yang namanya saudara?
Ketika dia rasakan hawa benci tikam dia dari belakang,
Tapi yang dia dengar hanya sunyi dan tawa licik,
Tapi yang ia tatap hanya muka dua dan senyum sinis.
Jawab atas tanya nya dingin.

Seakan aku bodoh sebodoh-bodoh manusia kera.

Itu
Yang namanya solidaritas,
Menghargai,
Sopan,
Santun?

Bullshit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s