13 Januari.

Baru saja ku sambut mentari tapi mata rasanya lelah lagi. Cerah, yang ku lihat, ia malu menyapa bumi. Malah menyelimuti angkasa dengan kumulonimbus.

Aku kini tak dapat dengar jeritan, tawa, teriak, dan suara alam. Bising jalanan, mesin angkot, atau hening keliling ku.

Hari ini kusambut hari suram dengan alunan lagu, seperti kemarin. Tapi kencangnya volume bagai merusak gendang telinga dan akal pikir.

Ia tak jalan selayaknya syaraf-syaraf normal harus bekerja.

P.S : 1 hari lagi di 1 bulan depan.
Hmm…?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s