Hey anak-anak 35.
Ingat?
Tadinya kita berdua.
Lalu jadi tiga.
Lalu empat,
Lima,
Enam.
Lalu yang satu hilang.
Kembali ke lima,
Enam lagi.
Lalu ia hilang lagi.
Kembali ke lima,
Enam,
Tujuh,
Delapan! Jumlah terbanyak yang pernah kuhitung.
Lalu satu dari kita hilang karena asa yang putus.
Kembali ke tujuh.

Disitu hitungan sempat berhenti.

Lalu hilang satu sahabat kami.
Hilang satu lagi saudara kami.
Sisanya.. Kita.
Berlima.

Dari tiga, jadi lima.

Andai semua masih satu,
Kita bisa bersepuluh sekarang..

I remember writting a wish on a black origami paper.
It’s about us becoming ten by the end of the year.
It suppose to come true.
But,
The wind blew them away.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s