Bayang Semu (nightdream not daydream)

Rasanya cuma mau menggenggam mimpi seseorang. Harapan seseorang. Menjadi tumpuan atas dirinya. Rasanya ingin menggapai sesuatu. Tapi semua yang terasa bagai semu dan hanya pelangi. Ia ada, nyata, tapi ilusi nan maya. Ia maya tapi ada, rasanya ingin ada tapi ya.. cuma ilusi. Ingin itu ada. Ya nyatanya ada tapi ilusi. Pusing pusing lah aku dengan satuan kalimat-kalimat ini. Rasanya bagai rindu akan bayangan, atau suka pada nyawa melayang. Sosok nya gelap. Bukan hitam tapi semu, tak tersentuh, tak terbayang. Ia nyawa melayang, bagaikan ada tapi tak ada. Tapi hati bisa merasakan, tapi entah siapa.

Setiap hari pun ada filosofi pelangi. Ada yang bilang, tinggal tunggu pelangi itu datang. Tak tersentuh tapi ia akan datang. Lukis warna pada langit kosong. Ia akan indah dengan tawa mu. Aku, juga.

Kawan,

Apa rasanya berdiri sendiri?

Sini, mendekat saja.

Biar kita berdua yang saling berdiri sendiri, akan nantinya berdiri di atas pijakan bersebelahan.

Hai bayang semu, itu kah kau?

Kalau saja iya,

..datanglah tiap waktu.

Aku sepi..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s