Samudera

Canda tawa meledak dalam mereka

Terlukis lengkung senyum pada mereka

Bermuka manis bertubuh lusuh dibalut luka

Lukisan yang sama mereka pandang setiap jendela membuka

 

Dataran kini berwarna sama

Entah dimana aspal yang biasa terlihat melintang

Entah dimana pohon yang biasa terlihat rindang

 

Rintik hujan menghujam

Kayuhan tangan-tangan kecil melaju kian cepat

Menyusuri jalanan yang kini berupa kolam

Lalu serbuan hujan kian lebat

Dan pandangan ku kian buram

 

Deras ombak laut menerpa telinga

Ku rasakan air membalut tubuh

Tatkala benda keras menghantam kepala,

Aku membuka mata dan sadari aku terbaring di tempat yang sama

 

Ku pandang langit kelabu

Di atas ombak tubuh terambang

Suasana penuh jeritan dalam duka dan tawa,

Dan pandangan yang serba terbelah dua

Deretan rumah kini tersisa pemandangan atapnya

Pohon rindang kini tersisa ujung tangkainya

 

Ombak yang terdengar berubah aura

Hanya berupa hantaman air dan bukan arus samudera

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s