Hachi.

Mungkin Tuhan di atas tengah bingung,

Memandang aku bertemankan gumpalan kelabu berguntur

Sedang samudera langit di atas kepala memamer-mamerkan pancaran matahari

Jarum berputar, waktu berdetik, hari memudar.

Bermula dari rintikan yang ku tahan agar berhenti tumpah.

Ia lalu turun kian deras menuruni pipi dan ku tak kuasa menadah  hujan.

 

Patah, hari ini patah.

Semula burung kecil ini berkicau merdu

Ribut, bising di telinga mereka

Burung itu berakhir layu, lesu.

Kicauan mengecil dengan sayap tak merekah

Yang ia bunyikan hanya belas kasihan, jerit dalam kepakkannya.

 

Lalu ia mulai menghitung,

Ichi..

Ni..

San..

Shi..

Go..

Roku..

Shichi..

 

..hachi.. seketika matanya tertutup. Sayap-sayap berubah kaku, pandangan memudar seiring serpihan kisah berpendar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s