“am I supposed to kill myself or what.”

Advertisements

05:09 a.m.

Boleh kah seseorang bermimpi? 

Namun dunia berkata seakan-akan bermimpi itu haram. Ada saja halang rintang. Seperti cinta dan kemalasan yang menghambat usaha.

Sebenarnya apa yang jadi prioritas? Apa yang harusnya jadi utama? Kamu, ego diri, atau mimpi? Semua kuturuti. Bahkan mimpi ku abaikan kini. Ku jadi bercumbu saja dengan kemalasan dan asmara. 

Boleh kah seseorang bermimpi? 

Rasanya bermimpi itu mustahil. Mudah, tapi mustahil membuatnya hidup jadi nyata: mewujudkannya. 

Andai aku, manusia suci tanpa nafsu;

‘kan jadi apa aku kini? 

Ingin ku satukan lagi mimpi yang terpecah belah berserakan di tanah. 

Tapi percuma saja,

mereka telah terinjak rata dan hilang

menyamar bersama debu dan pasir. 

Malas, nafsu, dan kamu:

Tembok penghalang raksasa.

Gloomy Monday

Rindu buat ku ingin mati. 

Berlebihan kah pinta ku ini? 

Karena sakit hadapi realita

Kalau jarak tiadakan ada mu. 

Ingin ku pandang sepasang mata yang terhalang kaca,

Ingin ku usap lembut helaian rambut hitam,

Ingin ku dekap tubuh sampai erat melekat.

Tapi apa guna aku berkhayal,

kalau bahkan ia tak terraih tangan. 

“I miss you like hell.”